rss

31/08/10

Persik pecundangi persema 4-0

Persik Kediri membuktikan rasa
optimistisnya. Meski tanpa diperkuat oleh lima pemain
senior yang mogok, 'Macan
Putih' berhasil memberondong
empat gol sekaligus ke gawang
Persema Malang tanpa balas, di
babak enam besar Liga Jatim IX
Piala Gubernur 2010 di Stadion
Surajaya, Lamongan, malam
tadi.
Kemenangan besar melawan
tim sekelas Indonesia Super
League (ISL) disambut suka cita
oleh pelatih Aris Budi Sulistyo.
"Sungguh tidak menyangka
akan menuai kemenangan
sebesar ini," kata Aris, Selasa
(31/8/2010)
Tiga gol disumbangkan oleh
Legimin Raharjo, yang didapuk
menjadi kapten baru pada
menit ke-26, 81 dan 87.
Legimin menjadi bintang
lapangan karena berhasil
mencetak hattrick. Sedangkan
satu gol tambahan dihasilkan
oleh pemain usia 21 tahun,
Sigit pada menit ke-76.
Dengan absennya lima pemain
senior yakni, mantan kapten
Hariyanto, Jefri Dwi Hadi,
Khusnul Yuli, Suswanto dan
kiper Wahyudi, pelatih Aris
Budi hanya menurunkan para
pemain mudanya. Beruntung
ada dua pemain anyar yang
masih berstatus seleksi.
Keduanya adalah mantan
gelandang Persela Lamongan
Amzar Reza, mantan pemain
Deltras Yudi Agung, dan striker
asal Argentina Carlon Raul.
Keberadaan mereka cukup
membantu serangan

Persik.
Meski irama pertandingan pada
babak pertama sempat dikuasi
Persema, namun akhirnya

Persik dapat membuka peluang
melalui Legimin pada menit
ke-26.
Legimin berhasil melakukan
eksekusi pinalti dengan baik.
Sehingga kedudukan berubah
menjadi 1-0 untuk

Persik,
bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, giliran

Persik mengambil alih
serangan. Pasukan Macan Putih
bangkit, dan unggul dalam
posisi. Serangan-serangan apik
yang dibangun oleh anak asuh
Aris Budi berjalan dengan baik.
Hasilnya, Legimin menambah
pundi-pundi golnya. Kapten
baru

Persik itu berhasil
mencetak dua gol, dan satu gol
tambahan dari Sigit.
Kedudukan 4-0, bertahan
sampai pertandingan berakhir.
Kemenangan besar itu
sekaligus sebagai modal

Persik
untuk melangkah ke babak
selanjutnya. Sedangkan
Persema Malang harus terusir
dari even pra musim ini.

30/08/10

Letusan sinabung berpotensi Gempa besar?

INILAH.COM, Jakarta -
Letusan Gunung Sinabung
disinyalir bisa menimbulkan

gempa, terutama di
kawasan yang berdekatan
dengan Danau Toba.
Hal itu dikatakan oleh Staf Ahli
Kepresidenan Bidang
Penanganan Bencana, Andi
Arief memberikan peringatan
di account twitternya. "Yang
perlu diwaspadai selanjutnya,
jika Sinabung jadi meletus
hebat, potensi munculnya
sumber-sumber

gempa baru di
Sumut terutama dekat danau
Toba bisa makin aktif," ujar
Andi Arief dalam tulisannya di
twitter, Minggu (29/8).
Mantan aktifis mahasiswa IGM
ini mengingatkan setelah
tsunami di Aceh. Selain itu
meningkatnya gunung Merapi
di Yogyakarta ternyata disusul

gempa hebat. "Itu seperti
paska tsunami Aceh, jumlah
dan sumber

gempa baru
meningkat. semoga tidak
terjadi. Mudah-mudahan
peristiwa Yogya tak terulang.
Ketika gunung Merapi menjadi
pantauan semua orang, tiba-
tiba muncul

gempa tektonik
yang merusak," imbuhnya lagi.
Andi juga memperingatakan
bahwa potensi

gempa disertai
tsunami itu sudah bisa terlihat
di Danau Lau Kawar,
Kabupaten Karo, Sumatera
Utara. "Baru saja ada kesaksian
warga, seminggu sebelum
kejadian Gunung Sinabung, di
Lau Kawar suhu air meningkat
di luar kebiasaan," tegasnya.
Dia juga masih
mempertanyakan kebenaran
tidak adanya tanda-tanda alam
sebelum Gunung Sinabung
meletus. Walaupun dari data
yang ada, letusan terakhir
terjadi tahun 1.600.

Gunung sinabung menyimpan lava dalam jumblah besar

Gunung Sinabung
di Kabupaten Karo, Sumatera
Utara, merupakan anak gunung
raksasa Toba yang pernah
meletus luar biasa pada 70.000
tahun lalu. Dari pengamatan
peta citra satelit, disimpulkan
Gunung Sinabung adalah anak
gunung yang paling besar, dan
aktif di kompleks Gunung Toba
yang meninggalkan kaldera
terbesar di muka bumi, yaitu
kaldera Danau Toba.
Demikian hasil analisis Tim Staf
Khusus Presiden bidang
Bantuan Sosial dan Bencana
(SKP BSB) seperti dilansir di
laman resmi mereka, Senin 30
Agustus 2010.
Selama ratusan tahun, Gunung
Sinabung adalah Gunung yang
dormant alias tidur atau tidak
ada aktifitas selama ratusan
tahun. Dapat disimpulkan
sementara, selama ratusan
tahun justru mengumpulkan
magma untuk dimuntahkan
dalam letusan besar.
"Hal itu harus dibuktikan
dengan penelitian geofisika
bawah permukaan, sama
halnya seperti segmen patahan
gempa yang 'seperti tidur'
selama ratusan tahun, bisa
dianalogikan seperti sumber
gempa Aceh-Nias tahun 2004,"
ujar peneliti sigapbencana-
bansos.info yang juga asisten
Staf Khusus Presiden bidang
Bencana, Erick Ridzky.
Lebih jauh, secara teknis, dari
close-up peta terlihat badan
Gunung Sinabung yang
mempunyai diameter 7 km
masih berupa kerucut tajam
dan bentuknya masih seperti
'tumpeng'. "Artinya kalau
diibaratkan bisul, memang
belum pernah pecah, melainkan
bisul yang sedang tumbuh,"
kata Erick.
Menyitir Andi Arief, Staf Khusus
Presiden, Erick menyampaikan
ke depan pemerintah dan DPR
meski menganggarkan dana
yang cukup agar potensi
bencana vulkanik maupun
tektonik di Indonesia bisa
terkelola dengan baik dengan
pendekatan teknologi.
"Gunung-gunung dengan
karakter seperti ini, benar-
benar harus dipantau sangat
serius. Bisa dibayangkan
risikonya untuk Sinabung,
karena lokasinya cukup dekat
dengan lokasi padat penduduk,"
kata alumnus Institut Teknologi
Bandung itu. Gunung ini hanya
berjarak 50 kilometer dari
Medan, kota terbesar di
Sumatera.
Kajian tentang hubungan
Gunung Sinabung dengan jalur
gempa Patahan Sumatra, Erick
menyampaikan tidak ada
hubungan langsung. "Lokasi
gunung ini sekitar puluhan
kilometer di timur Patahan
Sumatera. Yang perlu
diwaspadai, adalah segmen
patahan Sumatera yang berada
persis di sebelah barat Gunung
Sinabung."
Kendati 400 tahunan tidak ada
sejarah gempanya, dari data
geologi dan GPS, segmen ini
sangat aktif bergerak,
lanjutnya. "Artinya potensi
gempa besar yang dapat terjadi
sangat tinggi. Apalagi
menimbang bahwa seringkali
antara aktifitas gunung api dan
gempa suka saling sikut-
sikutan."
Sebelumnya, laman Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi (PVMBG)
menyatakan Gunung Sinabung
berstatus 'AWAS' sejak Minggu
pukul 10.00 WIB.
Situs itu menyebutkan,
aktivitas letusan Gunung Api
Sinabung tidak pernah tercatat
sejak tahun 1600 sehingga tak
diketahui aktivitas letusannya.
"Karena letusannya tidak
pernah tercatat, maka Gunung
Sinabung dikelompokkan dalam
tipe B, dan tidak dilakukan
pemantauan secara menerus.

5 Punggawa persik mogok main

Persik Kediri harus kehilangan
lima punggawa seniornya saat
menghadapi Persema Malang
pada babak enam besar Liga
Jatim IX Piala Gubernur 2010 di
Stadion Surajaya, Lamongan,
Senin (30/8/2010) malam
nanti.
Kelima pemain yang
mogok itu
antara lain, Hariyanto,
Suswanto, Jefri Dwi Hadi,
Khusnul Yuli dan kiper
Wahyudi. Mereka menolak
berangkat dengan alasan
belum jelasnya kontrak pemain
untuk musim depan.
Sedangkan, perjanjian pada
musim sebelumnya sudah
habis.
Mogoknya kelima pemain yang
memperkuat 'Macan Putih'
pada ajang Indonesia Super
League (ISL) 2009 kemarin
dibenarkan oleh Manager baru

Persik Sunardi. Pria yang gagal
menjadi Bupati Kediri dalam
pencalonannya kemarin
mengatakan, menerima kabar
itu sejak kemarin.
"Masalah kontrak pemain baru,
masih sebatas pembicaraan
semata. Kami harus menunggu
rekomendasi pelatih baru (Jaya
Hartono)," ungkap Sunardi
kepada beritajatim.com, melalui
telepon selulernya.
Pria yang mendapat sebutan
Konco Tani itu menyayangkan
mogoknya kelima pemain
senior

Persik itu. Sebab, selama
ini managemen sudah
memberikan uang panjar
kepada mereka.
Dengan mogoknya, kelima
pemain tersebut, kekuatan

persik dipastikan berkurang.
'Macan Putih' hanya dapat
mengandalkan semua tenaga
muda, pemain usia 21 tahun.
Padahal, mereka berharap pada
laga nanti malam dapat
menjungkalkan 'Ken Arok'
sebutan Persema.
Sebab, dengan modal
kemenangan pertamanya,

Persik langsung bertengger ke
peringkat dua, dan memastikan
diri lolos babak selanjutnya.

Pemain Persik

Semangat dan
rasa optimis ada dalam skuad PersikKediri untuk dapatmenjungkalkan Persema Malang pada babak enam besar
Piala Gubernur IX Liga Jatim 2010 di Stadion Surajaya, Lamongan, Senin (30/8/2010)
malam hari nanti.
Kepercayaan diri skuad Macan Putih julukan PersikKediri
ditegaskan oleh pelatih Aris Budi. "Kami tidak akan menyia- nyiakan peluang. Maka kami
akan berusaha maksimal," kata
Aris yang juga mantan pemain yang ikut membawaPersik
Kediri juara Divisi Utama pada 2003 lalu.
Aris Budi tentu sangat
optimistis, sebab apabila anak asuhnya dapat mengalahkan
Laskar Ken Arok julukan Persema Malang, maka
langsung bertengger di peringkat kedua grup 2.
Sehingga membuka peluang PersikKediri lolos babak empat besar atau semifinal.
Pada laga nanti, Aris mengaku akan tetap mengandalkan para
pemain mudanya yang ngotot
dan pekerja keras, yang sudah diturunkan pada penyisihan fase grup kemarin. Seperti, Aan
Andik, Sigit dan Abdul Azis. Serta tambahan kekuatan baru striker asal Argentina Carlos
Raul Sciucatti.
Mantan pemain Persidafon Dofonsoro itu kini tengah mengikuti seleksi di
PersikKediri. Ia sudah dapat diturunkan oleh pelatih Aris Budi setelah menjalani dua kali sesi latihan bersama PersikKediri.
 

Label

Pengikut